LIMA KIAT MENAKLUKKAN TREN SHOWROOMING & WEBROOMING (Sambungan)

       Untuk mengantisipasi dan menyongsong tren showrooming dan webrooming, di bawah ini disusun daftar lima hal yang dapat Anda lakukan sebagai toko pengecer untuk membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih baik dan pada akhirnya meningkatkan penjualan Anda. 

1) Gunakan Multisaluran.
Menawarkan pengalaman berbelanja di berbagai saluran penjualan (online atau offline) adalah salah satu cara utama untuk mendorong pembeli terlibat dengan bisnis Anda, baik online maupun offline. 
Meskipun pelanggan suka mencari informasi produk secara online, hampir setengahnya masih lebih suka membeli di toko. Dan pengecer dengan memiliki dua pasar penjualan, online dan offline, menghasilkan pendapatan 190% lebih banyak daripada yang hanya memiliki satu saluran penjualan. 
Jadi, jika Anda belum melakukannya, inilah saatnya untuk mempertimbangkan secara serius ritel multisaluran. 

Penjualan Multisaluran adalah melakukan penjualan dengan beberapa cara, online atau pun offline. Jadi toko Anda bisa memperluas jaringan penjualannya melalui situs e-commerce, medsos, dan / atau pasar online. Buatlah strategi multisaluran yang sesuai untuk perusahaan Anda (Jenis, ukuran, lokasi, dll). 

 2) Libatkan Pelanggan Dengan Pelayanan dan Insentif yang Hebat.
 Interaksi antar manusia masih menjadi pendorong penting dalam hal mengapa konsumen masih lebih memilih untuk membeli produk di dalam toko dibandingkan secara online. Misalnya, penelitian TimeTrade menunjukkan bahwa 85% pembeli lebih suka berbelanja di dalam toko daripada online. 90% konsumen lainnya cenderung membeli jika dibantu oleh anggota staf yang berpengalaman

Layanan hebat bisa sangat bermanfaat untuk memikat pelanggan dan mempertahankan mereka. Sebuah blog Kissmetrics berjudul “Cara Tercepat untuk Kehilangan Pelanggan” menemukan bahwa "71% konsumen telah mengakhiri hubungan mereka dengan perusahaan karena layanan pelanggan yang buruk." 
Pengecer dapat memanfaatkan data ini dengan meningkatkan interaksi lebih baik antara staf penjualan dan pelanggan, memastikan staf Anda mengenal dengan baik tentang produk barang, menguasai skill dalam melayani pelanggan dan mempermudah pengembalian atau penukaran barang (terutama di dalam toko). 

 3) Libatkan Pendapat Pembeli.
Pembeli umumnya sudah menggunakan ponsel mereka saat berada di dalam toko, jadi mengapa tidak memanfaatkannya? Penelitian menunjukkan bahwa 23% pembeli telah menggunakan pelayanan media sosial saat berada di dalam toko sementara 19% telah check in dengan layanan berbasis lokasi seperti Foursquare. 

Mengapa tidak meminta mereka untuk menyukai halaman Facebook perusahaan Anda, mengambil fotonya dengan menggunakan pakaian atau barang promo Anda dan memasang hashtag Anda di Instagram, atau nge-share belanjaan mereka di Twitter? Lalu Anda bisa memberikan insentif buat mereka melalui kontes, hadiah, kupon, dan kampanye promosi kreatif lainnya. 
Selain itu, dorong pelanggan untuk mengulas pengalaman berbelanja mereka dan produk Anda. Satu studi terbaru menunjukkan bahwa 90% keputusan pembelian orang dipengaruhi oleh ulasan online – menandakan betapa pentingnya memublikasikan opini pelanggan Anda. 

 4) Ubah Toko Anda Menjadi Showroom yang Sebenarnya.
Lebih banyak supplier produk yang menerapkan pameran barang secara literal, membuka ruang pamer per grup produk dibanding mendisplay barang secara tradisional (seperti toko kelontong). 
Beberapa Pengecer membuka ruang pamer semacam itu untuk memungkinkan pelanggan menyentuh dan merasakan produk mereka kemudian mengirimkan barang pembelian mereka langsung ke depan pintu rumah mereka. 
Jadi tidak perlu lagi membawa-bawa tas belanja yang berat dan tidak perlu khawatir tentang ketersediaan stok barang di toko. 

 5) Membuat Pelanggan Tetap Terlibat Bahkan Setelah Mereka Meninggalkan Toko Anda. 
Hubungan Anda dengan pelanggan tidak perlu diakhiri setelah mereka keluar dari toko Anda. Alih-alih secara pasif menunggu mereka kembali ke toko Anda lagi, buatlah mereka tetap terlibat (dan setia) melalui beberapa taktik berbeda, misalnya: 

• Siapkan program loyalitas untuk memberi penghargaan kepada pelanggan yang melakukan beberapa pembelian dengan promo, diskon, dan gratis 
• Buat rencana komunikasi pasca-pembelian untuk menggunakan email, surat langsung, media sosial, atau cara lain untuk tetap berhubungan dengan pelanggan sehingga Anda selalu diingat 
• Gunakan pemasaran email untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan ke toko Anda 
• Beri kesempatan pelanggan mencoba produk Anda (demo atau bisa juga cicipi makanan) untuk merangsang mereka membeli secara online di kemudian hari. 

 Penutup: Merangkul Kebiasaan Belanja yang terus Berkembang 

Karakter belanja Konsumen akan terus berkembang seiring dengan teknologi, dan bisnis harus tetap kompetitif, relevan, dan menguntungkan. 
Setelah memiliki pemahaman lebih mendalam tentang showrooming dan webrooming, Anda dapat menggunakan pengetahuan Anda untuk keuntungan Anda. Tren ini akan terus berkembang, tetapi Anda dapat memanfaatkan kebiasaan ini untuk melibatkan pelanggan di seluruh saluran penjualan baru.

 (Undang A Halim)

 Sumber: “Consumers Are Showrooming and Webrooming Your Business, Here's What That Means and What You Can Do About It” (by Humayun Khan)

Comments

Popular posts from this blog

TREN BISNIS RITEL MASA KINI “SHOWROOMING” dan “WEBROOMING”

Gerai Hypermarket Banyak Tutup Permanen, Ini Kata Ekonom